Rabu, 30 Juni 2010

Polemik Penistaan Mental Masyarakat

Polemik Penistaan Mental Masyarakat
oleh : Andhika Prima Sandhy


hampi 4 pekan tetal dilalui seiring kemunculan dan beredarnya video-video mesum yang diduga ariel, luna maya dan cut tari. sebuah waktu yang cukup lama untuk membuat hangat para pencari berita untuk membuat hadline news pada halaman utamanya. dan cukup membuat sebagian atau mungkin seluruh masyarakat geram akan arti sebuah popularitas dan sebuah kepentingan (kegiatan) pribadi.
Berita yang cukup menghebohkan di masyarakat indonesia dan bahkan di masyarakat dunia internasional serta mengusih hati pemimpin dan mantan pemimpin negara ini untuk memberikan tanggapan terhadap permasalahan yang terjadi di indonesia saat ini.
sekilas kita tidak akan percaya bahwa isu video mesum telah menyedot perhatian publik, bahkan isu video mesum mengalahkan isu isu lain di Indonesia. seperti isi penangkapan teroris, isu kenaikan tarif dasar listrik dan isu ketua KPK.
Walaupun kemudian Kepolisian telah menetapkan satu orang tersengka yang diduga sebagai pemain dalam video tersebut tidak lah membuat permasalahan ini menjadi surut. banyaknya pro dan kontra terhadap video tersebut memunculkan tanda tanya besar dalam membentuk opini yang ada di masyarakat.
terlepas dari hal ini tidak kah miris ketika kita melihat banyaknya fans-fans yang memberikan dukungan agar kasus ini tidaklah diangkat. bahwa ini adalah masalah pribadi dan bahwa ini adalah hubungan suka sama suka merupakan sebuah dilematika yang ada dimasyarakat. gejolak politik popularitas yang menjadikan isu video ini semakin menggema seakan meninggalkan bekas tanpa cacat bagi para penikmat video tersebut yang tergolong belum cukup umur.
data komnas HAM yang menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 30 kasus pelecehan seksual yang diakibatkan dari menonton video tersebut membuat kita bertanya apakah popularitas lebih tinggi tingkatannya dari sebuah penistaan mental masyarakat. hanya kitalah yang dapat menjawabnya sendiri. akan tetapi sebelum kita menjawabnya coba renungkanlah bagaimana kalau yang melakukan video tersebut adalah adik kita atau saudara kita atau bahkan anak kita.......
dan........ tentunya jawabannya akan sama..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar